Jumat, 29 November 2013

Kursus Desain Grafis CorelDRAW

Sebagai seorang Desainer Grafis anda dituntut untuk bisa menguasai Program Komputer Desain Grafis salah satunya adalah CorelDRAW, dengan penguasaan software CorelDRAW ini anda akan dapat dengan mudah menumpahkan ide ide kreatif anda kedalam sebuah karya Desain Grafis yang sangat menarik dan indah. Untuk itu kami dari Voodoo Multimedia Jogja menyediakan Kursus Komputer Privat Desain Grafis menggunakan CorelDRAW, disini anda akan langsung diajarkan tentang Praktek Desain Grafis menggunakan CorelDRAW seperti : Fundamental CorelDRAW, Tentang Text Effects Di CorelDRAW, Desain Berbagai Macam Logo, Desain Bermacam Macam Produk, Membuat Illustrasi, Membuat Desain Untuk Publikasi, Tips & Triks Tentang CorelDRAW, dan masih banyak Materi yang lainnya, Total Materi yang diajarkan ada 50 Materi diantaranya adalah : Membuat Kartu Nama, Memanfaatkan Curve Tools Untuk Menggambar, Membuat Objek Lebih Presisi Dengan Bantuan Shaping Tools (Trim, Weld), Memahami Berbagai Macam Tools Tools Penting Seperti Interactive Contour Tool, Pattern Fill Untuk Menggambar Jam Di CorelDRAW, Belajar Tentang Teks Efek Seperti Efek Blend, Efek PowerClip, Efek Neon Bercahaya Untuk Teks, Efek Coutour, Envelope, Outline, Drop Shadow, Teks Berwarna Emas, Belajar Memberi Warna Transparan Atau Tekstur Pada Foto, Membuat Efek Kaca Pembesar, Membuat Desain Surat Kabar, Belajar Membuat Berbagai Macam Logo Dan Memodifikasinya Dengan Tools Tools Di CorelDRAW, Membuat Illustrasi Kemasan Produk, Membuat Desain Kaos, Desain Packaging, Menggambar Denah Rumah, Membuat Flow Chart, Membuat Gambar Komik, Membuat Desain Benda Untuk Permesinan, Membuat Illustrasi Cover CD, Membuat Illustrasi Desain Logo T-Shirt, Menggambar Benda Benda Bernuansa 3 Dimensi, Menggambar Pita, Banner, Gulungan Kertas, Menggambar Bunga 3D, Illustrasi Wallpaper Desktop, Desain Bergaya Jaman Dahulu, Membuat Peta Lokasi 2D, Peta Lokasi Bernuansa 3 Dimensi, Membuat Maskot Logo 3D, Desain Stempel, Membuat Tabel, Menyusun Foto Foto, Mendesain Calendar, Teknik Membuat Background Untuk Sertifikat, Karcis, Tiket Atau Kupon, Belajar Mencetak Desain dengan Nama yang Berbeda Beda Secara Otomatis, Membuat Sticker, Membuat Booklet, Trace & Separasi Warna, CorelDRAW Untuk Web Desain, Membuat FIle PDF yang Bisa Interactive, dan Masih Banyak Tips TIps yang lainnya yang Sangat Menarik Untuk Diikuti.


Segera Hub :Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net

Minggu, 24 November 2013

Kursus Komputer Privat Termurah & Terlengkap Di Kota Yogyakarta

Jogja Multimedia menyediakan Kursus Komputer Privat Termurah & Terlengkap Di Kota Yogyakarta, anda dapat mengikuti salah satu program program komputer yang telah kami sediakan diantaranya : APLIKASI PERKANTORAN, DESAIN GRAFIS, VIDEO EDITING, ANIMASI, DESAIN WEB , INTERNET, RANCANG BANGUN ARSITEK, OLAH DATA PENELITIAN, TEKNISI KOMPUTER, APLIKASI MULTIMEDIA & BAHASA PEMROGRAMAN
SOFTWARE YANG TERSEDIA ADALAH :
3DSMAX, ADOBE AFTER EFFECTS, ADOBE AUDITION, ADOBE DIRECTOR, ADOBE DREAMWEAVER, ADOBE ENCORE, ADOBE FIREWORKS, ADOBE FLASH, ADOBE ILLUSTRATOR, ADOBE INDESIGN, ADOBE PHOTOSHOP, ADOBE PREMIERE PRO, ADOBE SOUNDBOOTH, AUTOCAD, COREL DRAW, DSLR FOTOGRAPHY, DSLR VIDEOGRAPHY, FRUITY LOOPS, GOOGLE SKETCHUP, HACKER, HTML CSS, JOOMLA, MAGENTO, MICROSOFT ACCESS, MICROSOFT EXCEL, MICROSOFT OUTLOOK, MICROSOFT POWERPOINT, MICROSOFT PROJECTS, MICROSOFT PUBLISHER, MICROSOFT VISUAL BASIC, MICROSOFT WINDOWS, MICROSOFT WORD, MOODLE, MYOB, OPENCART, PHP MYSQL, PRESTASHOP, SEO SEARCH ENGINE OPTIMIZATION, SPSS, TEKNISI KOMPUTER, VEGAS, WORDPRESS

Segera Hub :Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net

Kamis, 21 November 2013

Kursus Excel Jogja | Mengenal Formula pada Excel – Part 01: Pengantar

Salah satu hal yang membuat aplikasi Excel terkenal adalah kelengkapan fitur Formulas dan Functions yang di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan istilah rumus. Formula dan fungsi ini digunakan untuk membantu Anda dalam mengerjakan beragam proses perhitungan data secara cepat dan semi otomatis. Formula ini bisa Anda gunakan dalam perhitungan yang sederhana hingga yang kompleks, baik untuk data berupa angka, data teks, data tanggal, data waktu, atau kombinasi dari data-data tersebut.
Contoh penggunaannya misalnya semua karyawan akan mendapat bonus sebesar 5% dari pendapatan mereka perbulan, bagaimana cara menghitungnya? Dengan proses perhitungan biasa maka Anda tentunya harus menghitung data karyawan satu demi satu. Namun dengan menggunakan formula pada Excel, maka Anda cukup mengerjakan perhitungan untuk satu data karyawan saja dan data-data karyawan yang lainnya akan mengikuti. Dari contoh sederhana ini bisa dilihat bahwa dengan adanya formula maka pekerjaan Anda bisa diselesaikan dengan lebih cepat hingga bisa membuat Anda lebih produktif dan lebih efisien lagi.

Definisi Formula

Secara garis besar Formula pada aplikasi Excel adalah suatu persamaan matematika untuk menghitung nilai-nilai tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Penulisan formula selalu diawali tanda sama dengan dan umumnya melibatkan operator dasar matematika. Sebagai contoh, misalkan Anda hendak menghitung 10 + 15 maka formulanya adalah:
=10+15
Simbol tanda kurung ataupun tanda-tanda lainnya yang umum digunakan dalam operasi matematika juga bisa Anda gunakan pada formula Excel, misalnya:
=(25+5)*8
Nilai dalam aplikasi Excel dimuat didalam sel atau range yang memiliki alamat tertentu, oleh karena itu penulisan formula pun umumnya merujuk pada alamat sel-nya dan bukan pada nilainya, misalnya:
=(A5*A6)+(B5/C5)
Atau dalam beberapa kondisi bisa juga Anda kombinasikan antara alamat sel dengan suatu nilai tertentu, misalnya:
=(B4+C4)*150

Definisi Fungsi

Jika Anda bekerja dengan data-data yang kompleks, maka formula yang digunakan juga umumnya semakin kompleks dan tentunya akan semakin panjang. Sebagai contoh, misalkan saja Anda hendak menghitung nilai rata-rata penjualan dari 8 unit produk, maka formula yang digunakan adalah:
=(prod1+prod2+prod3+prod4+prod5+prod6+prod7+prod8)/8
Formula sepanjang itu hanya untuk 8 unit produk saja, bagaimana jika produknya ada 100 unit? atau 10000 unit? Sebagai solusinya maka Excel menyediakan fitur yang dinamakan dengan Function atau fungsi. Secara garis besar fungsi ini bisa dibilang sebuah preset dari formula yang bertujuan untuk menyederhanakan formula hingga membuat proses perhitungan data menjadi lebih singkat dan tentunya relatif lebih mudah untuk dikerjakan.
Fungsi-fungsi dalam Excel memiliki nama-nama yang unik. Jika Anda pernah mendengar kata SUM, itu adalah nama salah satu fungsi yang paling umum diterapkan pada aplikasi Excel yang kegunaannya untuk mengitung data pada range tertentu. Lalu bagaimana sebuah fungsi bisa menyederhanakan perhitungan? dari contoh sebelumnya dimana Anda hendak menghitung nilai rata-rata dari 8 unit produk, maka Anda cukup menggunakan fungsi untuk menghitung nilai rata-rata yaitu AVERAGE, dengan demikian formula yang digunakan adalah:
=AVERAGE(range_produk)
Disini sudah jelas terlihat bagaimana sebuah fungsi dapat menyederhanakan sekaligus menyingkat sebuah formula yang panjang menjadi lebih sederhana. Dalam penerapannya, fungsi juga umumnya mengacu pada alamat sel. Misalkan saja data untuk 8 unit produk tersebut terdapat pada sel B5 hingga B12 maka formulanya akan menjadi:
=AVERAGE(B5:B12)
Dari penjelasan singkat diatas, dapat dilihat bahwa struktur formula pada aplikasi Excel tersusun dari banyak komponen, seperti misalnya data berupa nilai yang akan dihitung, alamat sel atau range, operator dasar matematika, operator pembanding, fungsi, serta simbol-simbol atau tanda pelengkap lainnya yang membantu proses perhitungan dalam formula tersebut. Contoh sebuah formula dengan struktur yang cukup lengkap dapat dilihat berikut ini.
=VLOOKUP(C4;$A$12:$C$16;IF(B4<=3;2;3);TRUE)+G3
Konsep dasar tentang komponen-komponen penyusun formula tersebut dibahas pada artikel lain dalam rangkaian artikel ini.

Segera Hub :Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net

Kursus Excel Jogja | Mengenal Formula pada Excel – Part 02: Cara Penggunaan

Cara menggunakan formula pada aplikasi Excel sebetulnya mudah, karena yang relatif sulit adalah menentukan komponen-komponen penyusunnya, fungsi yang digunakan, serta argumen yang menyertainya. Untuk menggunakan formula ini Anda tinggal melakukan klik mouse pada sel atau range dimana Anda ingin menempatkan hasil perhitungan. Sebagai contoh, pada tabel dibawah ini tentunya Anda harus melakukan klik mouse pada sel D3 yang akan menyimpan hasil perhitungan dari sel B3 serta sel C3, dan berikutnya Anda tinggal menuliskan formula yang sesuai pada sel D3 tersebut.

Misalkan saja formula yang akan Anda gunakan pada tabel diatas adalah Harga dikali Jumlah, maka tahapan yang Anda lakukan adalah:
  • Klik sel D3
  • Ketikan tanda =
  • Klik sel B3
  • Ketikan tanda *
  • Klik sel C3
  • Tekan Enter
Hasilnya secara otomatis akan ditampilkan pada sel D3 yaitu 25000.
Formula yang Anda tuliskan bisa dilihat sekaligus dimuat dalam sebuah bar yang dinamakan dengan Formula Bar. Anda tentu mengenal lokasi formula bar ini yang merupakan suatu bar kosong dengan tulisan fx disampingnya serta terletak di bagian atas bidang kerja utama aplikasi Excel.

Jika suatu sel Anda isi dengan data biasa maka isi sel ini akan sama dengan isi pada formula bar, namun jika suatu sel Anda isi dengan formula maka sel akan menampilkan hasil perhitungan dan formula bar akan memuat formulanya. Sebagai contoh, pada gambar berikut ini dapat dilihat bahwa sel D3 menampilkan data 25000 yang merupakan hasil perhitungan, sementara formula bar menampilkan =B3*C3 yang merupakan formula yang digunakan. Jika Anda hendak menyunting formula tersebut maka Anda tinggal meng-klik mouse pada formula bar atau menekan tombol F2 pada keyboard.

Untuk menuliskan formula ini, ada 2 cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan Function Library serta cara manual. Berikut ini penjelasan singkat untuk kedua cara tersebut.

Menggunakan Function Library

Pada aplikasi Excel 2010, Function Library bisa Anda temukan pada ribbon didalam tab Formulas. Isinya berupa seperangkat tombol-tombol perintah penggunaan fungsi yang terbagi kedalam beberapa kategori spesifik seperti misalnya fungsi yang berhubungan dengan akunting dan keuangan dimuat dalam kategori Financial, fungsi yang berhubungan dengan operasi matematika dimuat dalam kategori Math & Trig, dan demikian seterusnya.

Untuk menggunakannya, klik pada sel dimana Anda ingin menuliskan hasil perhitungan kemudian klik salah satu tombol yang sesuai pada group Function Library tersebut. Berikutnya pada daftar pilihan fungsi yang ditampilkan, klik pada fungsi yang ingin Anda gunakan.

Kotak dialog Function Arguments kemudian akan ditampilkan dan Anda tinggal mengisikan argumen pada kolom-kolom isian yang telah disediakan didalam kotak dialog tersebut sesuai dengan aturan penulisan formulanya. Argumen-argumen ini akan dibahas di bagian lain dalam rangkaian artikel ini.

Selain tombol-tombol perintah yang spesifik untuk kategori fungsi tertentu, dalam group Function Library ini terdapat beberapa tombol perintah lain yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah penulisan formula, yaitu:
  • Insert Functions: Jika Anda klik maka akan ditampilkan kotak dialog Insert Function yang berisikan seluruh fungsi yang ada berikut kategorinya. Anda tinggal memilih fungsi yang sesuai untuk langsung menggunakannya. Fasilitas pencarian juga disediakan dalam kotak dialog ini untuk membantu Anda mencari fungsi tertentu secara cepat.
  • AutoSum: Tombol ini bisa Anda gunakan untuk menuliskan fungsi-fungsi dasar yang umum digunakan.
  • Recently Used: Berisikan daftar fungsi-fungsi terakhir yang pernah Anda kerjakan.

Menuliskan Formula Secara Manual

Selain dengan bantuan Function Library, Anda juga dapat menuliskan formula berikut argumen-argumen yang menyertainya secara manual. Cara ini mungkin terlihat lebih sulit tapi pada penerapannya kadang malah lebih mudah dengan cara manual ini dibandingkan dengan menggunakan Function Library. Banyak para praktisi Excel yang malah selalu menuliskan formula dengan cara manual ini, alasannya terutama karena penulisan argumen formula bisa dikustomisasi / divariasikan dengan lebih bebas. Keuntungan lainnya adalah Anda akan lebih mengenal lagi argumen untuk suatu formula tertentu hingga Anda bisa menuliskannya pada sembarang versi Excel tanpa harus mencari tahu terlebih dahulu dimana letak dan bagaimana cara penggunaan tombol-tombol perintah Function Library pada tiap-tiap versi Excel.
Mengingat banyaknya pengguna Excel yang lebih memilih penulisan formula secara manual maka pada beberapa versi Excel yang terakhir (2007 / 2010 / 2013), Microsoft pun memberikan fitur-fitur bantuan untuk mempermudah penulisan formula secara manual ini. Fitur-fitur bantuan ini diantaranya adalah:
  • Intellisense: Fitur ini merupakan sebuah fitur AutoComplete yang akan menjaga penulisan nama fungsi dari kesalahan ketik sekaligus mempercepat Anda dalam menuliskan nama fungsi yang akan digunakan. Sebagai contoh misalkan Anda hendak menggunakan fungsi SUM, maka didalam sel Anda tinggal mengetikan tanda “=” diikuti huruf “S”. Perhatikan bahwa Excel akan menampilkan daftar semua nama fungsi yang berawalan huruf S. Berikutnya dari daftar tersebut Anda tinggal klik-ganda pada nama fungsi SUM untuk memuatnya pada formula bar.
 
  • Keterangan Penulisan Argumen: Setelah Anda memilih nama fungsi, berikutnya Excel akan memberikan bantuan informasi tentang argumen-argumen untuk fungsi tersebut. Sebagai contoh pada gambar berikut ini, dapat dilihat argumen-argumen yang digunakan pada fungsi VLOOKUP, yaitu lookup value, table_array, dst.
 
Untuk keseragaman pembahasan sekaligus untuk membantu Anda agar lebih mengenal pola / aturan argumen-argumen pada suatu formula Excel, maka dalam rangkaian artikel ini akan digunakan cara penulisan formula secara manual.

Segera Hub :Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net

Kursus Excel Jogja | Mengenal Formula pada Excel – Part 03: Aturan Penulisan

Ada beberapa aturan penulisan formula yang harus diketahui dan diperhatikan, terutama jika Anda hendak menuliskan formula dengan cara manual. Berikut ini adalah aturan-aturan penulisan tersebut.

Tanda Sama Dengan

Tanda sama dengan atau “=” merupakan tanda awal dari penulisan formula yang mutlak harus dituliskan jika Anda hendak menggunakan formula apapun. Tanda ini juga bisa digunakan sebagai rujukan ke data pada lokasi lain. Sebagai contoh misalkan sel A1 berisikan data 10. Pada sel A5, jika Anda ketikan tanda “=” (tanpa tanda kutip) yang diikuti dengan penekanan tombol Enter maka sel A5 juga akan berisi data 10.

Tanda Kurung

Tanda kurung atau “( )” digunakan untuk memisah bagian-bagian yang dianggap perlu dalam suatu formula. Penggunaan tanda ini secara garis besar sama dengan penggunaan dalam operasi matematika biasa, tentunya agar perhitungan menjadi lebih mudah untuk dibaca dan dianalisa.
Dalam kaitannya dengan penulisan fungsi, maka tanda kurung umum digunakan setelah menuliskan nama fungsi-nya, selain itu juga umum digunakan untuk memisahkan satu fungsi dengan fungsi lainnya jika Anda menggunakan multiple fungsi dalam suatu perhitungan.
Berikut ini contoh beberapa penggunaan tanda kurung dalam penulisan formula pada aplikasi Excel:
  • =(A1+A2)*(B1+B2)
  • =SUM(A1:A7)
  • =A1*(SUM(B1:B10))
  • …dst…

Tanda Pemisah Argumen / Variabel

Dalam penerapan formula lanjutan, Anda akan banyak menggunakan banyak argumen ataupun variabel dalam suatu formula. Untuk memisahkan variabel-variabel ini ada dua tanda yang digunakan yaitu tanda koma “,” atau titik-koma “;”.  Tanda mana yang harus Anda gunakan? Ini disesuaikan dengan seting regional yang Anda gunakan pada Windows dan Excel:
  • Untuk seting regional Indonesia, maka tanda pemisah variabel yang digunakan adalah titik-koma atau “;”
  • Untuk seting regional selain Indonesia, maka tanda pemisah variabel yang digunakan adalah koma atau “,”
Cara memeriksa seting regional ini pada Windows 7 adalah sebagai berikut:
  • Pastikan aplikasi Excel dalam kondisi tertutup.
  • Start Menu > Control Panel > Region & Language.
  • Pada jendela Region and Language yang ditampilkan, pilih seting regional yang ingin Anda gunakan dengan memilihnya di bagian Format dan klik tombol OK untuk menyetujuinya.

Tanda Kutip / Petik

Tanda kutip atau “ “ digunakan jika Anda hendak menggunakan isi atau data pada sebuah sel untuk digunakan pada formula. Sebagai contoh pada tabel dibawah ini menunjukan formula untuk menghitung jumlah data Jeruk yaitu dengan menggunakan fungsi COUNTIF (penggunaan fungsi ini lebih lanjut dijelaskan pada tulisan yang lain).

Jika formula dituliskan tanpa tanda kutip yaitu:
=COUNTIF(B2:B9;Jeruk)
Maka hasilnya adalah 0 karena Excel jelas tidak mengenali data Jeruk tersebut. Namun jika data Jeruk pada formula tersebut kita tambahkan tanda kutip seperti berikut ini:
=COUNTIF(B2:B9;”Jeruk”)
Hasilnya akan keluar yaitu 3 karena dengan ditambahkannya tanda kutip tersebut maka aplikasi Excel akan mengenali data Jeruk tersebut.
Penggunaan tanda kutip ini akan banyak Anda temukan dalam artikel yang lain pada rangkaian artikel ini yang membahas tentang contoh-contoh penggunaan formula secara spesifik.

Gunakan Alamat Sel / Range

Penulisan suatu formula hendaknya selalu merujuk pada alamat sel / range dan jangan merujuk langsung pada isi sel atau datanya, karena hal ini akan membuat formula menjadi statis dan terkunci hanya untuk data tersebut saja. Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut ini.
Pada sel D2 akan diisikan formula untuk menjumlahkan Data 1 dan Data 2. Jika formula langsung merujuk pada isi sel-nya, maka formulanya adalah:
=10+7
Hasilnya tentu saja benar yaitu 17, namun jika Anda salin formula tersebut untuk menjumlahkan baris berikutnya, maka hasilnya tetap 17. Hal ini disebabkan formula menjadi statis atau terkunci hanya untuk menghitung baris yang pertama saja.


Namun jika Anda merujuk pada alamat selnya, yaitu B2 dan C2, maka formulanya akan menjadi:
=B2+C2
Hasilnya tetap 17 namun keuntungannya formula akan bersifat dinamis hingga jika Anda salin formula ke baris berikutnya maka alamat sel akan mengikuti dan menghasilkan nilai yang benar yaitu 11 yang didapat dari formula baru yaitu:
=B3+C3


Pahami baik-baik beragam aturan penulisan formula ini karena salah sedikit saja dalam menempatkan simbol atau mungkin tanda tertentu pada formula akan menyebabkan formula tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Segera Hub :Jogja Multimedia
Jl. Magelang KM 7,5 Yogyakarta
HP : 0877.3887.5400
WA : 0877.3887.5400

Pin BB : 5229B9B9
website : www.jogjacourse.com
website : www.jogjacourse.net
website : www.jogjalearn.com
website : www.jogjalearn.net